TEMPOCO, Jakarta - Pertengkaran dalam suatu hubungan adalah tanda yang sehat. Tapi jika sering terjadi, itu bisa berbahaya bagi hubungan jangka panjang. Jika dua orang telah memutuskan untuk bersama, hampir tidak mungkin menghindari pertengkaran dan itu bisa terjadi karena berbagai alasan. Sikapyang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah. * 2 poin a. perasaan mau menang sendiri b. tidak mau menghargai perbedaan yang ada c. mempunyai sifat pendendam d. menjadi orang pemaaf dan sabar e. mengungkit-ungkit masalah yang pernah terjadi 2 Lihat jawaban Iklan naisaayuriza Jawaban: d. menjadi pemaaf dan sabar Iklan srisetiono1972 Jawabanyang benar adalah: A. Fanatik sempit, individualis, eksklusivisme, primodialisme. Dilansir dari Ensiklopedia, dalam mengembangkan sikap kerjasama di berbagai bidang kehidupan masyarakat, setiap warga negara harus menghindari sikap tidak terpuji seperti Fanatik sempit, individualis, eksklusivisme, primodialisme. Menurutensiklopedia, Sikap yang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah? jawabanya adalah perasaan mau menang sendiri. Sikap yang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah? March 2, 2022. 0. Categories Kunci Jawaban. Leave a Comment Cancel reply. Comment. Name Email Website. 1 Hindari Emosi. Cara mengatasi kakak adik yang sering bertengkar yang pertama adalah mengontrol emosi berlebihan. Sebagai orang tua, Anda sebaiknya berpikir dengan kepala dingin dalam menghadapi pertengkaran antara kakak beradik. Hindari menggunakan emosi yang berlebihan kepada salah seorang anak karena dapat membuat yang lain merasa cemburu. Pertengkaran Ns.Rahayu Setiawati Damanik, S.Kep, M.S.M Mohon Tunggu Penulis buku & Wirausaha -. 1. Do your best and God will do the rest (Lakukan yang terbaik apa yang menjadi bagianmu dan biarkan Tuhan menentukan hasilnya) 2. Penulis lahir di Kabanjahe Sumatera Utara pada tanggal 15 Juni 1983. Menyelesaikan Pendidikan Sarjana Keperawatan Sikapyang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah. Ulangan harian PAI LK 1 DRAFT. 1st grade. 0 times. 0% average accuracy. 2 hours ago. ilman_iis79_85345. 0. Save. Edit. Sikap yang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah. answer choices . perasaan mau menang sendiri. Caramengatasi pertengkaran yang ada dalam rumah tangga diantara sebagai berikut : 1. Perencanaan finansial sebelum pernikahan Untuk masalah finansial setelah menikah, ada baiknya dibicarakan sebelum pernikahan. Nanti akan ada solusi dalam mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros setelah menikah. 1Sikap yang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah a.Perasaan mau menang sendiri b.Mengungkit ngungkit masalah yang pernah terjadi c.Tidak mau menghargai perbedaan yang ada d.Menjadi orang pemaaf dan sabar e.Mempunyai sifat pendendam Jawabannya adalah d.Menjadi orang pemaaf dan sabar Sikapyang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah A. perasaan mau menang sendiri B. tidak mau menghargai perbedaan yang ada C. mempunyai sifat pendendam D. menjadi orang pemaaf dan sabar E. Tidakmembicarakan atau mengurusi masalah orang lain yang sekiranya ia tidak berkenan. Menghindari pertengkaran dengan menjauhi perselisihan, caranya adalah menghormati dan membiarkan perbedaan yang ada. Menjadi pribadi yang tidak mudah mempercayai ghibah, fitnah juga adu domba sebab bisa berujung pada pertengkaran. Selainitu kekerasan juga bukan sesuatu yang bisa kamu tolerir dalam hubunganmu. Karena sekali melakukan kekerasan, seseorang akan terbiasa untuk melakukannya karena ketidakmampuannya untuk mengontrol dan mengendalikan emosinya. 4. Pertengkaran karena kecemburuan dan sikap posesif pasangan 81 Sikap yang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah. a. perasaan mau menang sendiri b. tidak mau menghargai perbedaan yang ada c. mempunyai sifat pendendam d. menjadi orang pemaaf dan sabar e. mengungkit-ungkit masalah yang pernah terjadi Jawaban: d 82. Contoh seorang siswa yang berprilaku tasamuh adalah. a. menganggap dirinya paling benar 8y3sj. Istirahat 30 detik dapat membantu pasangan menekan tombol reset pada perkelahian, kata konselor klinis berlisensi Timothy Warneka. "Berhenti, keluar dari ruangan, dan sambung pembicaraan kembali ketika kedua belah pihak sedikit lebih tenang." Sengan cara ini, Anda berdua akan menemukan diri yang lebih tenang dan mungkin berbicara secara damai. 2. Akui kesalahanmu Melody Brooke, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, mengatakan ada dua hal yang dapat menggagalkan pertengkaran yang intens mengakui apa yang Anda lakukan untuk membuat pasangan Anda tertarik dan mengekspresikan empati terhadap pasangan Anda. Anda harus bertanya kepada pasangan Anda kesalahan apa yang Anda lakukan sehingga mereka bereaksi dengan cara tertentu! Dengarkan baik-baik dan akui jika itu adalah kesalahan Anda. Mengakui kesalahan Anda, dapat mengurangi pertengkaran dan juga membersihkan hati nurani Anda. Ilustrasi sebutkan 4 dampak negatif pertengkaran dalam masyarakat! Foto Mateusz Waclawek sebagai salah satu konflik adalah hal yang buruk, namun sayangnya terkadang tidak bisa dihindari. Pertengkaran tentu saja memiliki dampak yang negatif. Sebutkan 4 dampak negatif pertengkaran!Karena pertengkaran berdampak negatif, sebisa mungkin kita harus menghindarinya. Simak penjelasan mengenai dampak pertengkaran dan cara untuk menghindari konflik dalam masyarakat berikut Dampak Negatif Pertengkaran dalam MasyarakatIlustrasi 4 Dampak Negatif Pertengkaran Foto Charl Folscher sih pertengkaran itu? Dilansir dari laman pertengkaran berarti percekcokan; perdebatan. Pertengkaran memang buruk, tetapi pertengkaran pasti tetap ada dalam masyarakat. Berikut ini 4 dampak negatif dari dosa. Jelas dengan bertengkar akan mendapatkan dosa. Karena banyak hal buruk yang terjadi akibat membenci. Dengan bertengkar tentu saja seseorang akan membenci orang lain dan bahkan bisa menjadi hubungan jadi tidak harmonis. Jika pertengkaran terjadi pada orang-orang yang memiliki hubungan dekat, maka biasanya hubungan mereka akan menjadi panjang. Masalah tidak akan cepat selesai dengan bertengkar. Justru masalah akan semakin panjang dan Menghindari KonflikRahim dalam buku Manajemen Konflik oleh Noviza dan Meisari 2021 menjelaskan bahwa individu dapat melakukan berbagai strategi atau gaya dalam manajemen konflik, yaituGaya IntegratingIndividu berfokus pada keuntungan maksimum dan seimbang bagi pihak-pihak yang terlibat pertikaian. Orang dengan gaya integrating berfokus agar pihak-pihak yang terlibat dapat berpartisipasi aktif dalam pemecahan masalah. Komunikasi menjadi hal utama dalam gaya ini, caranya adalah kedua belah pihak dituntut untuk aktif ObligingIndividu cenderung mengalah dengan pihak lainnya, sehingga individu cenderung merelakan kepentingannya yang menyebabkan pihak lain mendapatkan keuntungan DominatingIndividu sangat menekankan kekuatannya di atas pihak lainnya dan sangat berfokus pada kepentingannya serta tidak menghiraukan kepentingan pihak lainnya. Konsekuensinya adalah individu dengan gaya ini cenderung “ngotot” untuk mendapatkan keuntungan maksimal bagi diri atau kelompok yang diwakilkan dan merugikan pihak CompromisingIndividu berupaya menyelesaikan konflik dengan cara mencari “jalan tengah” yang memuaskan sebagian kepentingan dirinya dan sebagian kepentingan pihak lainnya. Gaya ini cukup efektif karena individu dengan gaya ini cenderung berfokus pada AvoidingIndividu memiliki perilaku acuh, yang tidak menghiraukan kepentingannya sendiri maupun pihak lainnya. Individu dengan gaya manajemen konflik ini cenderung menghindar ketika konflik 4 dampak negatif pertengkaran dan cara untuk menghindari konflik yang wajib kalian pahami. Pertengkaran atau konflik kadang tidak terhindarkan namun kalian bisa mencari solusi untuk setiap konflik. Selalu berpikir dengan tenang. KRIS - Pertengkaran dalam hubungan sebenarnya bisa jadi bumbu romansa, jika terjadi dalam kadar yang tepat. Tapi, kita juga perlu berhati-hati jika pertengkaran tersebut terus terjadi tanpa adanya peluang untuk salah satu potensi yang dapat merusak sebuah hubungan adalah pertengkaran yang konsisten dan tak kunjung berakhir. Perbedaan pendapat, kesalahpahaman, atau kesalahan dari salah satu pasangan akan berkontribusi pada munculnya pertengkaran yang lebih besar dan buruk. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tahu kapan harus berhenti bertengkar dengan pasangan demi menyelamatkan hubungan, pasangan, dan dirimu sendiri. Melansir dari Our Relationship, ini hal yang bisa Kawan Puan tiru jika ada pertengkaran dengan pasangan. Tidak Bersikap Defensif Wajar jika Kawan Puan ingin bersikap defensif saat terjadi pertengkaran. Sebab, mungkin kamu merasa diserang, dianiaya, atau disalahkan atas sesuatu yang sebenarnya tidak sengaja bahkan tidak kamu lakukan. Menyerang balik hingga mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya justru meningkatkan amarah. Maka, mengevaluasi situasi secara objektif adalah jalan terbaik. Maksudnya ialah meminta maaf dan mencoba memperbaiki apa yang terjadi. Coba diskusikan apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki masalah. Jika situasi sudah mereda dan agak lama, kamu bisa berbicara kembali bahwa sebenarnya kamu tidak salah dan jelaskan alasannya. Baca Juga Tantangan Social Butterfly yang Sering Bikin Orang Salah Paham Mengurangi Ego dengan Menjauh dari Situasi Sering kali saat bertengkar, pikiran dan emosi seseorang bisa menjadi tidak rasional. Bertengkar dalam pola pikir ini akan membahayakan hubungan karena memungkinkan kamu mengatakan hal-hal yang tidak argumen menjadi terlalu panas, menjauhlah sejenak, tenangkan diri dan pikirkan kembali apa yang seharusnya dilakukan. Biarkan pikiranmu menjadi dingin. Habiskan waktu dengan berjalan-jalan atau me time. Biasanya saat sudah tenang, kita dapat mendekati konflik dengan sikap baru setelah menjernihkan pikiran. Membuat Batasan dan Kesepakatan Pertengkaran menjadi tidak terkendali ketika salah seorang menyerang karakter pasangan, alih-alih masalah itu sendiri. Berteriak satu sama lain, mengumpat, dan menghindari masalah sebenarnya justru akan membuatnya semakin runyam. Duduklah dengan pasanganmu dan diskusikan beberapa batasan saat kalian bertengkar. Contohnya, satu orang mungkin berbicara lebih dulu dengan nada hormat tanpa berteriak atau mengumpat. Baca Juga Social Butterfly Ekstrovert yang Sering Dianggap Baik ke Semua Orang Segera Menyelesaikan Konflik Pasangan yang membiarkan masalah meningkat biasanya lebih cepat berakhir, daripada mereka yang menyelesaikan konflik dengan cepat. Tidak berbicara dan membiarkan perasaan kalian kalut menghasilkan kebencian atau kepahitan yang berpotensi merusak hubungan. Segera ungkapkan perasaanmu untuk menyelesaikan konflik dan memperbaikinya. Tujuannya, agar tidak ada yang membebani pikiran kamu saat kembali menjalin hubungan. Apabila Kawan Puan berkomitmen untuk menyelamatkan hubungan, cara berhenti bertengkar dengan pasangan ini akan sangat berguna. Hindari membuang energi untuk berhadapan dengan masalah-masalah kecil yang tidak begitu perlu.* Baca Juga Awas! 5 Kebiasaan Ini Tanpa Disadari Bisa Merusak Hubunganmu dengan Pasangan Unduh PDF Unduh PDF Terkadang ada orang-orang di sekolah yang tampak selalu ingin bertengkar. Bahkan, mungkin Anda salah satu orang yang selalu kehilangan kesabaran. Namun, bertengkar secara fisik bukanlah cara yang bagus untuk menyelesaikan masalah. Anda bisa terluka atau menimbulkan masalah. Untungnya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari pertengkaran di sekolah. 1 Tetaplah tenang. Jika Anda berada pada situasi yang tegang, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah mencoba meredam situasi tersebut. Untuk mengurangi ketegangan, Anda harus tetap tenang. Jika Anda tetap tenang, orang-orang di sekeliling Anda juga bisa tenang. [1] Tarik napas dalam-dalam. Jika Anda merasa tegang dan ingin bertengkar, berfokuslah pada pernapasan. Tarik napas dan embuskan dengan perlahan. Luangkan waktu untuk berpikir. Jika seseorang mengejek Anda di lorong, impuls Anda mungkin akan terpancing. Alih-alih, Anda harus berhenti. Katakan kepada diri sendiri, “Kalo aku berantem, nanti ada yang terluka dan jadi bermasalah. Sebaiknya aku tetap tenang.” Buat kebiasaan untuk menarik napas dalam-dalam dan berpikir panjang sebelum berbicara atau bertindak. Tindakan Anda mungkin juga bisa menenangkan orang lain. 2 Ubah fokus. Salah satu cara yang baik untuk meredam situasi yang berbahaya adalah mengalihkan perhatian ke hal lain. Contohnya, jika ada yang mendorong Anda di kantin, jangan menanggapinya dengan kekerasan. Alih-alih, temukan cara untuk mengalihkan perhatian.[2] Coba katakan sesuatu seperti, “Eh, belnya udah bunyi, ya? Aku jadi harus mengabaikanmu dan masuk kelas.” Anda juga bisa mengubah fokusnya 180 derajat. Jika ada yang menabrak Anda dengan agresif dalam perjalanan ke kelas, tengok teman Anda dan katakan, “Kamu nonton pertandingan basket kemarin malam, nggak?” Mengubah fokus bisa membantu meredam ketegangan. Dengan berfokus pada hal lain, Anda mengurangi kemungkinan timbulnya pertengkaran. 3 Andalkan humor. Humor bisa meringankan suasana hati semua orang. Jika Anda berada pada situasi yang memungkinkan timbulnya pertengkaran, cobalah katakan sesuatu yang lucu. Menggunakan humor untuk meredamkan ketegangan merupakan cara yang efektif.[3] Jika Anda menunjukkan bahwa Anda cukup santai sampai bisa melontarkan lelucon, orang yang mau mengajak Anda bertengkar mungkin akan mundur. Katakan sesuatu yang lucu untuk meredamkan ketegangan. Jangan buat lelucon yang bisa menyakiti perasaan orang lain. Alih-alih, coba sadari betapa ironis atau lucunya situasi yang Anda hadapi. Mungkin seseorang mencemooh Anda karena Anda belajar saat jam istirahat. Anda bisa sekadar tertawa dan bilang, “Sekarang mungkin membosankan, tapi kalo nanti aku masuk universitas bagus, pasti enak.” 4 Jadilah percaya diri. Jika Anda percaya diri, keinginan untuk bertengkar pun berkurang. Saat merasa percaya diri, Anda akan merasa bahwa Anda bisa menangani situasi yang sulit dengan dewasa, Ada banyak cara untuk membangun kepercayaan diri dan menampilkannya agar terlihat orang lain.[4] Berfokuslah pada kelebihan. Jika seseorang mengejek pakaian Anda, pikirkan saja, “Setidaknya aku jago main bola.” Berlatihlah menangani situasi sulit. Luangkan waktu untuk memikirkan tanggapan yang Anda berikan jika diajak bertengkar. Jika sudah melatih tanggapan, Anda akan merasa lebih percaya diri. Contohnya, Anda bisa berlatih untuk bilang sesuatu seperti, “Aku ada kerjaan lain yang lebih penting daripada berantem.” 5 Atasi hinaan. Tidak semua pertengkaran dalam bentuk fisik. Seseorang mungkin mengajak Anda bertengkar dengan menggunakan perkataan yang menyakiti hati. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi agresi verbal dengan efektif.[5] Salah satu cara untuk mengatasi perisak adalah mengabaikannya. Jika seseorang mengejek Anda, pergi saja dari hadapannya. Taktik lainnya adalah tetap tenang. Cobalah bilang, “Tahu, nggak, nggak ada alasan bagiku untuk teteo ngobrol sama kamu kalo kamu begini terus.” Tunjukkan dengan jelas bahwa Anda tidak mau bertengkar. Jika Anda tidak menanggapi situasinya, kemungkinan besar, situasinya akan mereda sendiri. Iklan 1 Percayai insting Anda. Meredam situasi yang buruk itu penting. Namun, mengambil langkah untuk menghindari situasi yang buruk juga sama pentingnya. Habiskan waktu untuk memikirkan perubahan yang bisa Anda buat agar terhindar dari potensi pertengkaran.[6] Ikuti insting. Jika Anda berada dalam perjalanan pulang dan melihat sekumpulan anak berdiri dipojok, Anda mungkin merasa bahwa akan timbul masalah jika berjalan melewati mereka. Hindari situasi tersebut dengan berjalan pulang melalui rute yang berbeda. Waktu tempuhnya mungkin sedikit lebih lama jika mengubah rute, tetapi Anda juga terhindar dari pertengkaran. Hal yang sama juga berlaku saat Anda berada di sekolah. Jika Anda melihat sekumpulan anak yang tampak mencurigakan, jangan mendekati mereka. Gunakan rute yang berbeda untuk pergi ke kelas. 2 Utamakan keselamatan. Anda bisa terluka jika bertengkar. Karena itulah Anda harus selalu menyadari betapa pentingnya keselamatan. Ada baiknya Anda menyadari hal-hal di sekeliling Anda.[7] Usahakan bepergian dengan teman-teman. Jika memungkinkan, jangan berjalan sendirian pada jam istirahat atau saat pergantian kelas. Kemungkinan perisak mendekati Anda lebih kecil jika Anda bersama dengan orang lain. Anda juga sebaiknya makan siang bersama teman-teman. Jika Anda mengkhawatirkan keselamatan diri, usahakan selalu berada dekat orang dewasa. Di kantin, duduklah di kursi yang dekat dengan orang dewasa. 3 Tetapkan batasan. Anda bisa menunjukkan dengan jelas bahwa murid-murid lainnya harus menghargai ruang pribadi Anda. Menetapkan batasan adalah cara yang baik untuk menghindari perkelahian. Tetapkan batas yang jelas yang tidak boleh dilewati siapa pun.[8] Jika seseorang menabrak Anda, cobalah bilang, “Kamu bisa tolong agak jauhan nggak jalannya?” Katakan dengan tegas dan sopan. Anda mungkin harus keluar ruangan dan seseorang menghalangi Anda. Anda bisa bilang, “Tolong jangan menghalangi.” Dengan menetapkan batasan, Anda menunjukkan dengan jelas bahwa Anda tidak mau bertengkar. Itu pilihan yang lebih baik daripada mendorong orang agar tidak menghalangi Anda. 4 Gunakan suara Anda. Ucapan Anda adalah senjata yang terkuat. Anda bisa menggunakan suara untuk menghindari situasi yang berpotensi bahaya. Contohnya, jika Anda melihat ada yang bertengkar, Anda bisa menggunakan kata-kata untuk meredam situasinya.[9] Cobalah menggunakan logika. Alih-alih terlibat secara fisik, Anda bisa bilang, “Kalian nanti jadi bermasalah kalo bertengkar terus. Aku tahu kalian sama-sama nggak mau diskors dari tim basket.” Anda juga menggunakan ucapan untuk meminta bantuan. Beri tahu orang dewasa bahwa akan terjadi pertengkaran. Itu pilihan yang bisa membantu Anda menghindari bahaya. Usahakan untuk selalu berbicara dengan jelas dan percaya diri. Anda mau orang lain memercayai ucapan Anda. Anda harus sopan. Jangan menggunakan ucapan untuk menyulut masalah.[10] Alih-alih mengolok-olok seseorang, cobalah bilang, “Aku tahu kalian lebih baik daripada ini. Aku rasa kalian nggak mau berantem beneran.” 5 Kelola emosi Anda. Salah satu alasan orang-orang bertengkar adalah mereka membiarkan dirinya terbawa emosi. Pertengkaran biasanya disebabkan rasa marah, stres, dan takut. Belajar mengendalikan emosi bisa menghindarkan diri dari pertengkaran.[11] Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengelola stres. Contohnya, Anda bisa berkonsentrasi pada hal-hal positif dalam hidup. Anda mungkin stres karena salah satu anggota keluarga sedang sakit. Alih-alih berfokus pada hal tersebut di sekolah, luangkan waktu untuk bersyukur karena Anda bisa menghabiskan waktu bersama teman-teman. Ada juga cara yang efektif untuk mengendalikan kemarahan Anda. Contohnya, Anda bisa melatih teknik pernapasan dalam. Hitung sampai lima sembari menarik napas dengan perlahan, lalu hitung lagi sampai lima sembari mengembuskan napas. Bicarakan perasaaan Anda. Jika Anda menghadapi perasaan yang merepotkan, ceritakan kepada teman, orang tua, atau guru. 6 Kendalikan hidup Anda. Semua orang pernah mengalami hari yang melelahkan. Terkadang Anda merasa ingin marah-marah kepada seseorang atau kesabaran Anda sudah mau habis. Ingatlah bahwa Anda bisa memilih cara menangani hari-hari semacam itu.[12] Wajar saja jika Anda mengalami hari yang melelahkan. Namun, Anda bisa mengurangi masa-masa tersebut dengan berfokus pada hal-hal positif yang ada dalam hidup Anda. Jika Anda menyadari bahwa Anda akan mengucapkan sesuatu yang kejam, alihkan pikiran Anda. Cobalah bilang kepada diri sendiri, “Oke, sekarang aku kesal, tapi aku nggak sabar mau main gim nanti.” Mungkin ada yang mengucapkan perkataan yang menyakiti hati Anda di sekolah. Anda bisa menggunakan siasat penanganan yang sama seperti halnya saat Anda diajak bertengkar secara fisik. Rawat tubuh Anda. Pastikan Anda cukup olahraga dan istirahat. Itu akan membantu menstabilkan suasana hati Anda dan membantu Anda menghindari keinginan bertengkar. Iklan 1 Bicaralah dengan orang tua. Murid lainnya mungkin mengajak Anda bertengkar. Atau Anda mungkin ingin bertengkar dengan murid lainnya. Apa pun itu, menghadapi agresi bisa menjadi pengalaman yang amat emosional. Cari orang-orang yang bisa mendukung Anda.[13] Orang tua bisa membantu Anda menangani masalah yang berat. Tanyakan kepada mereka apakah Anda bisa bercerita. Permintaan Anda harus spesifik. Katakan, “Bu, aku boleh nggak cerita tentang masalah rumit yang lagi kuhadapi?” Anda harus terbuka dan jujur. Ceritakan masalah sesungguhnya kepada orang tua. Bekerja samalah untuk menemukan solusi. 2 Minta nasihat dari guru. Para guru merupakan sumber bantuan lainnya. Jika Anda dekat dengan seorang guru, pertimbangkan untuk meminta saran dari guru tersebut. Anda bisa meminta guru tersebut untuk merahasiakan perbincangan kalian.[14] Ceritakan kekhawatiran Anda kepada wali kelas. Contohnya, Anda bisa bilang, “Belakangan aku berdebat terus sama Jason. Takutnya kami jadi berantem beneran.” Anda juga bisa berbicara dengan guru BK. Guru BK sudah terlatih untuk membantu para murid mengatasi situasi yang rumit. Pertimbangkan untuk berbicara dengan seorang guru olahraga atau guru pembimbing ekstrakurikuler apa pun sepulang sekolah. Orang dewasa mana pun yang mengenal Anda dengan baik kemungkinan besar akan bisa membantu Anda menemukan cara untuk menghindari pertengkaran. 3 Habiskan waktu dengan sahabat sejati. Kemungkinan besar Anda disibukkan dengan urusan sekolah, aktivitas luar sekolah, dan pekerjaan rumah. Namun, Anda jangan sampai lupa meluangkan waktu untuk bergaul. Teman juga merupakan sumber bantuan.[15] Teman bisa membuat Anda tertawa. Saat Anda sudah lebih santai, kemungkinan Anda untuk terpancing perkelahian akan lebih rendah. Habiskan waktu dengan orang-orang yang tulus. Anda dan teman-teman seharusnya memperlakukan sesama dengan baik. Kalian juga seharusnya saling berkata jujur. Jika Anda bermasalah dengan teman sekelas, ceritakan kepada teman dekat Anda. Katakan, “Aku takut ini. Kayanya ada yang mau ngajak berantem. Kita bisa duduk bareng nggak pas makan siang minggu depan?” 4 Gunakan sumber daring. Masa-masa SMP dan SMA bisa menimbulkan stres. Saat beranjak dewasa, kita kesulitan untuk menemukan cara positif guna menghadapi perubahan. Namun, ingatlah bahwa selalu ada seseorang yang bisa mendengarkan Anda.[16] Gunakan internet. Ada banyak forum diskusi dan ruang bincang yang didekasikan untuk membantu remaja. Cari situs yang menawarkan nasihat untuk melawan perisakan. Anda bisa belajar menghindari perisak dan tidak menjadi perisak. Pertimbangkan untuk mengunjungi situs semacam Anda bisa berbincang, mengirimkan pesan, berbalas surel, ataupun berbicara di telepon dengan seseorang yang memahami apa yang Anda hadapi.[17] Iklan Kepercayaan diri itu sangat penting. Jangan cemaskan pendapat orang lain yang melihat Anda menolak untuk bertengkar. Minta bantuan jika Anda mengkhawatirkan keselamatan diri. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?

sikap yang dapat menghindari suatu pertengkaran adalah