Sementara itu untuk ibu hamil jumlah kadar HB normalnya adalah: Trimester pertama: minimal 11 gram per desiliter. Trimester ke-2: minimal 10,5 gram per desiliter. Trimester ke-3: minimal 11 gram per desiliter. Jika HB ternyata di bawah angka tersebut maka bumil sedang mengalami anemia yang umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi serta Penyebab Anemia pada Ibu Hamil. Anemia pada ibu hamil terjadi karena tubuh membutuhkan lebih banyak sel darah merah dan hemoglobin untuk mendukung pertumbuhan janin. Selain itu, ibu hamil juga membutuhkan sumber nutrisi yang cukup, seperti zat besi, folat, dan vitamin B12, yang penting untuk produksi sel darah merah sehat. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia di Puskesmas Jatilawang baik, namun dalam perilakunya masih kurang baik dan angka kejadian anemia masih tinggi yaitu 66,6 %. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan (p<0,05) antara perilaku ibu hamil dalam pencegahan anemia KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian yang ingin melihat determinan anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah: a. Prevalensi anemia wanita usia subur (WUS) yang pernah hamil di Indonesia sebesar 24,3%. b. Karakteristik responden pada penelitian ini di dominasi oleh usia >35 Pendidikan dengan kejadian Anemia Hasil uji statistik diperoleh nilai Pvalue = 0,491 (p>0,05) berarti tidak terdapat hubungan pendidikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Dikatakan anemia apabila ibu hamil memiliki kadar hemoglobin dibawah normal pada usia kehamilan Trimester I dan <10,5 g/dl pada usia kehamilan trimester III. Metode: Pada literatur ini dilakukan pencarian studi literatur menggunakan kata kunci yang sesuai topik, kemudian dilakukan penyaringan dengan kriteria yang telah ditentukan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 107 ibu hamil. Hasil: Ada hubungan umur ibu (p=0,000), paritas (p=0,000), status KEK (p=0,000), kunjungan ANC (p=0,000) dengan kejadian anemia, dan tidak ada hubungan umur kehamilan dengan kejadian anemia dengan nilai (p=0,674). Kesimpulan: Ibu Tabel 4.7 Hubungan Umur dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil Wilayah Kerja Puskesmas Ngesrep Januari – Oktober 2015 Kejadian Anemia Umur Total P Anemia Tidak Anemia (tahun) n % n % N % < 20 dan > 35 2 100 0 0 2 100 0.486 20 – 35 17 47.2 19 52.8 36 100 Pada tabel 4.7 menunjukan bahwa dari 2 ibu hamil yang umurnya berisiko terkena anemia (<20 dan Kesimpulan : Terdapat pengaruh kehamilan usia remaja terhadap kejadian anemia dan KEK pada ibu hamil. Abstract Background: Adolescent pregnancy is a pregnancy that occurs at the age of 15-19 years Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah karena kekurangan zat besi. Jika hemoglobin di dalam tubuh berkurang, maka akan berdampak juga pada sel darah merah. Pasalnya hemoglobin adalah salah satu protein yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh dan paru-paru. Jika ibu hamil kekurangan zat besi, ada beberapa risiko yang akan G. DERAJAT ANEMIA Nilai ambang batas yang digunakan untuk menentukan status anemia ibu hamil, didasarkan pada criteria WHO tahun 1972 yang ditetapkan dalam 3 kategori, yaitu normal (≥11 gr/dl), anemia ringan (8-11 g/dl), dan anemia berat (kurang dari 8 g/dl). secara berkala terutama pada ibu hamil KEK, sehingga asupan makan ibu hamil bisa tergambar secara lebih jelas. h) Tenaga kesehatan Puskesmas dan atau kader kesehatan diharapkan dapat mengisi data di buku KIA secara lengkap, termasuk data berat badan ibu sebelum hamil/ pada saat awal kehamilan sehingga IMT prepregnancy bisa ditentukan, sebagai Kejadian BBLR dari ibu anemia dalam kehamilan sebesar 92,3%. kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan anemia kehamilan dengan kejadian BBLR. View Show abstract 2.5 Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Bayi Berat Lahir Rendah Menurut Bisara, Supraptinil, Afifa (2003), Kurang energi kronik pada WUS muda dapat mengakibatkan BBLR pada bayinya dan komplikasi pada persalinan yang berdampak kematian maternal dan bayi. Selain itu adanya penyakit selama hamil mempunyai risiko 6 kali lebih besar untuk Anemia berdampak buruk pada peningkatan kematian ibu dan bayi. Selain itu, anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan perdarahan sebelum dan pada saat melahirkan, keguguran, kelahiran bayi prematur 5ZRELk9.

kesimpulan anemia pada ibu hamil