FungisidaSistemik dan Kontak Untuk Cabai Andalan Petani Cabe. 082141747141 (Telp) (via SMS/WA). LMGA Agro jual fungisida untuk budidaya cabe dengan harga murah dan terjangkau. Toko LMGA Agro menyediakan dan menjual produk pertanian untuk budidaya tanaman di lahan pertanian.
FungisidaAntracol 70wp 250gr adalah Fungisida kontak berbentuk tepung berwarna krem yang dapat di suspensikan,untuk mengendalikan penyakit jamur pada tanaman Anggur, Bawang Merah, Cabai, Tembakau, Tomat, Kentang, dan lain lain.
Gejalalainnya muncul bulu-bulu halus yang menutupi daun, batang, atau buah. Berdasar cara menyerang sel cendawan, fungisida dibedakan menjadi tiga. Yakni fungisida kontak, fungisida sistemik dan fungisida kontak-sistemik. Fungisida sistemik adalah senyawa kimia yang bila diaplikasikan pada tanaman akan meresap dan bertranslokasi ke bagian lain.
Untukpenyakit yang berasal dari jamur dan cendawan, maka bisa menggunakan fungisida kontak dan sistemik. Untuk penyakit yang dakibatkan bakteri maka gunakan bakterisida. Untuk penyakit keriting dan bulai daun maka kendalikan serangga vektornya menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin. Untuk cabe jenis TM, biasanya anda
Bisatanicom, Dimetoat – Insektisida dan akarisida merupakan salah satu bahan kimia atau pestisida yang berfungsi untuk mengendalikan, menghambat populasi serta mematikan hama yang dianggap mengganggu bagi pertumbuhan tanaman. Insektida atau akarisida ini bisa diaplikasikan untuk bagian atas tanaman maupun bagian akar pada
Insektisidaracun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan. Cabai : ulat grayak Spodotera litura (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 ml/l) PT Agro Persada Izin: Tetap 02 May 2022 RI. 01010120083092: 7 : VOLIAM TARGO 63 SC (umum) abamektin (abamectin): 18 g/l klorantraniliprol (chlorantraniliprole): 45 g/l
Cariuntuk: Main Menu. Fungisida Sistemik dan Kontak Untuk Cabai Solusi Petani. Cegah Penyakit Tanaman Cabe Dengan Fungisida
FungisidaKontak dan Fungisida Sistemik merupakan dua jenis obat pengendali jamur dengan sifat kerja yang berbeda, Fungisida yang bersifat kontak akan bekerja jika jamur terkena langsung cairan fungisida kontak, Sedangkan fungisida yang bersifat sistemik akan bekerja mengendalikan jamur dengan cara masuk kedalam jaringan tubuh tanaman.
TAMIPSIN500 SC adalah fungisida protektif bersifat sistemik untuk mengendalikan penyakit pada tanaman : Cabai. Penyakit antraknosa Colletotrichum sp; Padi. Penyakit busuk batang Helminthosporium sp. Penyakit blas Pyricularia oryzae; Tomat. Penyakit busuk daun . KONTAK. 021-75871369, 021-75871383. FAXIMILE. 021-75871493. EMAIL
Hargabelum termasuk biaya kirim. Jaminan. Barang pasti datang dengan produk original. Note. Gunakan fungisida Recor Plus 300 EC terbaik dan asli untuk hasil maksimal. Produk. Spesifikasi. Recor Plus 300 EC mengendalikan jamur
pertambahandiameter buah cabai. Aplikasi fungisida baik kontak maupun sistemik tidak mempengaruhi intensitas penyakit antraknosa, insiden penyakit antraknosa dan efektivitas fungisida. Berdasarkan hasil penelitian diketahui adanya pengaruh kombinasi konsentrasi GA 3 dan fungisida terhadap bobot buah
Insektisidaracun kontak dan lambung berbentuk pekatan suspensi berwarna terang kecoklatan Untuk mengendalikan hama pada tanaman Bawang merah Cabai Kedekai Kentang Bahan aktif : tiodikarb 360g/l , triflumuron 120g/l Fungisida sistemik yang bersifat protektif berbentuk pekatan suspensi, berwarna putih keabu-abuan, untuk mengendalikan
FaedahJaya menyediakan fungisida kontak dan sistemik dengan harga murah, fungisida adalah jenis pestisida yang di gunakan untuk mengendalikan penyakit akibat jamur. Fungisida berfungsi untuk menekan pertumbuhan penyakit yang diakibatkan oleh jamur, seperti: Antraknosa, Rebah Kecambah, Busuk Buah/Daun, Layu Fusarium, Bercak Septoria dan
TopsinM 70 WP adalah fungisida berbahan aktif metil tiofanat 70 % bersifat sistemik berbentuk tepung yang dapat disuspensikan, berwarna putih kecoklatan, untuk mengendalikan penyakit jamur pada tanaman apel, bawang merah, bawang putih, cabai, kacang hijau, kacang tanah, kentang, melon, semangka, padi, pisang, tembakau, tomat, dan jeruk nipis Kontak: Pin: / WA:
PTFMC Agricultural Manufacturing memiliki paket insektisida yang ampuh dalam mengendalikan kutu kebul pada pertanaman cabai. Ketiga produk itu adalah VERIMARK 200SC, PREZA 100 OD dan STARGATE 600SC. "Ketiganya merupakan insektisida sistemik yang melindungi terjadinya serangan kutu kebul yang menghisap cairan jaringan tanaman.
013qVUz. Fungisida Sistemik dan Kontak Untuk Cabai Andalan Petani Cabe. 082141747141 Telp 081-252-221-17 via SMS/WA. LMGA Agro jual fungisida untuk budidaya cabe dengan harga murah dan terjangkau. Toko LMGA Agro menyediakan dan menjual produk pertanian untuk budidaya tanaman di lahan pertanian. Petani bisa membeli sarana pertanian seperti benih tanaman, pestisida, pupuk, hingga alat pertanian. Sarana pertanian yang tersedia di LMGA Agro berkualitas dan bisa petani dapatkan dengan harga relatif murah. Selain itu, para petani bisa berkonsultasi tentang usaha budidaya tanaman secara gratis. Produk pestisida yang tersedia di Toko Petani LMGA Agro memiliki kualitas terbaik dan ampuh untuk melindungi budidaya tanaman. Hal ini karena, produk pestisida yang tersedia merupakan produksi perusahaan ternama dan terkemuka. Syngenta, BASF, DOW, dan BAYER menjadi beberapa perusahaan penghasil pestisida dengan kualitas terbaik untuk petani. LMGA Agro menyediakan beberapa jenis pestisida seperti herbisida, fungisida, akarisida, insektisida, hingga rodentisida. Fungisida sistemik dan kontak untuk cabai juga tersedia untuk membantu para petani cabe dalam melindungi budidaya cabe. Sehingga, budidaya cabe di lahan pertanian terlindungi dari penyakit tanaman. LMGA Agro Online Shop siap kirim produk pestisida pesanan petani ke seluruh wilayah Indonesia dengan jasa ekspedisi terkemuka. Sehingga, petani dan pelaku usaha pertanian tidak perlu khawatir barang pesanannya tidak terkirim. Penyakit tanaman cabe akibat jamur patogen telah banyak merugikan petani karena merusak kualitas pertumbuhan cabe. Sehingga, fungisida sistemik dan kontak untuk cabai menjadi solusi untuk melindungi budidaya cabe. Budidaya cabe menjadi tumpuan utama bagi para pedagang sayur di pasaran agar stok cabe tetap terkendali dan tidak langka. Namun, serangan jamur patogen menyebabkan tanaman cabe terserang penyakit tanaman yang merugikan para petani. Sehingga, petani cabe perlu melakukan langkah tepat guna melindungi kualitas pertumbuhan tanaman cabe dari penyakit tanaman. Fungisida sistemik dan kontak untuk cabai bisa menjadi pilihan terbaik untuk petani melindungi budidaya cabe di lahan pertanian.
Cara Aplikasi Fungisida – Musim hujan seringkali diwarnai dengan hujan sepanjang hari. Kondisi yang lembab dan basah ini menyebabkan perkembanganbiakan jamur menjadi lebih cepat. Tak terkecuali dengan jamur yang selama ini menyerang tanaman budidaya, cabai, tomat dan tanaman horti lain. Sebut saja jamur Colletotrichum patek/antraknosa, jamur Phytopthora lodoh busuk daun dan jamur Fusarium layu adalah beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh jamur patogen. Kondisi ini mengharuskan kita untuk sering mengamati kondisi tanaman di lapangan, mengidentifikasi berbagai gejala yang ditimbulkan oleh serangan jamur tadi. Seringkali upaya analisa dini, identifikasi gejala penyakit yang kita lakukan tidak efektif dan berakhir dengan tanaman kita rusak. Ilustrasi Penyakit Bercak Daun Oleh sebab itu, artikel tentang strategi dan cara Cara Aplikasi Fungisida aplikasi fungisida pada tanaman cabai ini berisi teknik dan cara bagaimana melindungi tanaman kita sejak dini dari serangan penyakit. Strategi aplikasi fungisida pada tanaman cabai Masalah serangan penyakit yang sangat cepat merupakan masalah yang kerap terjadi. Namun demikian masalah ini bisa diatasi yakni dengan teknik pengendalian preventif atau pencegahan. Kembali ke kaidah lebih baik mencegah daripada mengobati, aplikasi fungisida secara preventif bertujuan untuk melindungi tanaman dari serangan cepat penyakit yang gejalanya sulit diidentifkasi. Baca juga 6 Cara Aplikasi Pestisida yang Biasa Dilakukan di Lapangan Bagaimana teknik dan strategi aplikasi fungisida pada tanaman cabai? Berikut simak langkah-langkahnya 1. Identifikasi potensi penyakit, dengan melakukan analisisa history pada lahan tersebut, serta potensi penyakit yang mungkin akan muncul. 2. Aplikasi fungisida sistemik, aplikasi fungisida sistemik dilakukan sejak tanaman berumur 1 minggu hingga 1 bulan. Fungisida sistemik bekerja dengan cara masuk ke dalam jaringan sel tanaman sehingga tanaman yang masih rentan menjadi terlindungi dari serangan jamur patogen. 3. Aplikasi fungisida bahan aktif ganda, aplikasi fungisida ganda dilakukan jika pada usia 1 bulan, serangan penyakit masih saja ditemukan. 4. Apa saja yang tergolong fungisida berbahan aktif ganda? Anda bisa membaca artikel ini, disini diulas banyak jenis produk fungisida berbahan aktif ganda ➡ Daftar Pestisida Berbahan Aktif Ganda untuk Pengendalian Hama Penyakit pada Tanaman Cabai. Catatan 💡 1. Interval aplikasi fungisida fleksibel melihat kondisi cuaca dan tanaman. Umumnya pada saat cuaca hujan tiap 2-3 hari sekali, sedang pada cuaca kemarau kira-kira tiap 5-7 hari sekali. 2. Aplikasi fungisida ganda bisa dilakukan sejak dini, sejak umur tanaman 1 minggu. Mengingat variasi serangan penyakit utama cabai bisa muncul kapan saja. 3. Bijaklah menggunakan fungisida ganda mengingat harganya yang mahal, kalo mau anda bisa mencampur mixing fungisida sendiri. Caranya anda bisa membaca artikel ini ➡ 3 Prinsip Dalam Mencampur Mixing Pestisida Yang Tepat. Nah, demikianlah artikel tentang strategi aplikasi fungisida pada tanaman cabai berdasarkan pengalaman kami. Jika ada kesalahan mohon saran dan kritiknya. Atau anda ingin berbagi teknik anda sendiri? Tentu kami akan sangat senang sekali. Baca juga Tips Cara Memilih Pestisida yang Tepat [Wajib Baca] Pentingnya Membaca Label Kemasan Sebelum Menggunakan Pestisida Mudah-mudahan bermanfaat, jangan lupa bagikan ke saudara, sahabat dan teman anda yang lain, sehingga saya dan anda mendapatkan pahala dan kebaikan bersama-sama. Sekian dan terimakasih ^^ Related posts5 Jenis Insektisida Nabati Yang Direkomendasikan Di Amerika SerikatMengenal Insektisida Piretroid, Golongan Insektisida yang Paling Banyak Digunakan Di Seluruh DuniaBerikut Manfaat/Kegunaan Pestisida Yang Banyak Dipakai PetaniMengenal Asal Usul Abamektin Salah Satu Bahan Aktif Andalan PetaniTips dan Cara Memilih Pangan Segar yang Aman Asal Tumbuhan maupun HewanPenanganan Pasca Panen Komoditi Pangan dan Hortikultura
Nativo BayerFungisida Sistemik TerbaikFungisida Sistemik Terbaik Bayer, Syngenta dan BASF Harga Terbaru. HP 082141747141 telepon dan 08125222117 SMS/WA . Toko pertanian online LMGA AGRO jual fungisida sistemik terbaik produk perusahaan Bayer, Syngenta, BASF Indonesia dan masih banyak lagi. Toko pertanian online LMGA AGRO menyediakan benih berkualitas terbaik hinrida dan unggul tanaman sayuran dan buah. Tersedia pula pupuk, pestisida, ZPT dan alat pertanian lengkap. Kami menerima konsultasi pertanian gratis tentang fungisida sistemik terbaik dan permasalahan pertanian lainnya. Kami siap kirim pesanan Anda ke seluruh wilayah Indonesia bersama jasa pengiriman barang JNE, KI8 dan Pos Indonesia. Kami mengajak kerjasama sebagai dropship dan reseller pertanian. Fungisida bagian dalam pestisida yang digunakan untuk mengendalikan cendawan atau fungi. Fungisida memiliki bahan aktif penyusunnya untuk mengendalikan jamur pada benih, bibit, batang, akar, daun, bunga dan buah. Fungisida sistemik terbaik produk terbaru BASF, BAYER dan SYNGENTA banyak dipercaya Petani mengendalikan penyakit akibat serangan cendawan. Mampu mengendalikan penyakit bercak daun, busuk daun, batang hingga jenis fungisida dan fungisida sistemik terbaik berdasarkan dari cara kerja bila disemprotkan ke tanaman. Zat kimia fungisida sistemik terbaik spesifik membunuh, menghambat atau mencegah jamur atau cendawan patogen penyebab penyakit tanaman. Aplikasi fungisida sistemik terbaik Yaitu dengan menyemprotkan langsung ke tanaman. Atau bisa dengan ijeksi batang, pengocoran ke akar tanaman. Fungisida sistemik terbaik digunakan untuk merendam benih atau fumigasi pengasapan/penyemprotan gas . Macam Fungisida dan Kegunaannya Klasifikasi fungisida ada beberapa macam, yaitu antara lain - Berdasarkan Cara KerjanyaKlasifikasi fungisida berdasar cara kerja dalam tubuh tanaman dibagi menjadi Fungisida Sistemik merupakan jenis fungisida yang bila disemprotkan ke tanaman akan diserap dan didistribusikan ke seluruh bagian tanaman melalui jaringan tanaman. Fungisida sistemik terbaik diabsorbsi oleh organ-organ tanaman lalu ditranslokasikam ke bagian tanaman lain. Fungisida sistemik terbaik akan lewat pembuluh angkut dan jalur simplas lewat dalam sel . Fungisida sistemik terbaik biasanya ditranslokasikan ke bagian atas akropetal yaitu dari organ akar ke daun. Beberapa fungisida sitemik terbaik juga bergerak ke bawah yaitu dari daun ke akar basipetal . Jenis Fungisida non-sistemik kebalikan dari fungisida sistemik. Yaitu bahan kimia fungisida non sistemik tidak dapat diserap dan ditranslokasikan ke dalam jaringan tanaman. Jenis fungisida ini hanya membentuk lapisan penghalang di bagian tanaman yang terkena semprot biasanya daun . Fungisida non-sistemik berfungsi untuk mencegah infeksi cendawan. Yaitu dengan cara menghambat perkecambahan spora yang menempel pada daun tanaman. Fungisida non sistemik digunakan sebagai jalan mencegah tanaman terinfeksi. Sebelum tanaman terinfeksi, berikan fungsida non-sistemik untuk melindungi tanaman dari penyakit. Fungisida Sistemik terbaik Lokal ini dapat diansorbsi oleh jaringan tanaman namun tidak dapat disebarkan ke bagian tanaman lain. Bahan aktifnya hanya akan terserap oleh jaringan tanaman namun tidak disebarkan ke bagian lain tanaman. Bahan aktif sistemik lokal terserap ke sel-sel jaringan yang tidak terlalu dalam. Dan juga tidak sampai masuk hingga ke pembuluh angkut. Fungisida Kontak Sprayer ElektrikCBAJenis fungisida kontak cara kerjanya hanya terjadi pada bagian tanaman yang terkena semprot. Atau bekerja hanya di bagian tanaman yang terkontak langsung dengan larutan fungisida kontak. Bahan aktifnya tidak dapat menembus jaringan tanaman. Juga tidak dapat didistribusikan di dalam jaringan tanaman. Fungisida Translaminar adalah jenis fungisida yang dapat menembus jaringan tanaman. Namun fungisida translaminar tidak dapat didistribusikan ke dalam jaringan tanaman. Bahan aktif fungisida mengalir dari bagian terkena semprot ke bagian yang tidak kena semprot. Yaitu dari daun atau bagian atas tanaman menuju ke bawah. Fungisida Kontak dan Sistemik sekaligus ini merupakan fungisida yang bekerja ganda. Yaitu bekerja secara kontak sekaligus bekerja secara sistemik. Klsifikasi Fungisida Berdasarkan Mekanisme Kerjanya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu multisite Inhibitor dan inhibitor. Fungisida multiside inhibitor cara kerjanya menghambat beberapa proses metabolisme cendawan. Selanjutnya cendawan akan melemah seiring tumbuhnya ketahanan pada tanaman. Maksud multisite inhibitor adalah bekerja dengan merusak di banyak proses metabolisme. Fungisida jenis ini umumnya berspektrum luas. Bahan aktif multisite inhibitor adalag mankozeb, zineb, maneb, thiram, probineb dan ziram. Monosite Inhibitor dikenal juga sebagai site specific artinya bahwa fungisida bekerja dengan cara menghambat salah satu proses metabolisme cendawan. Yaitu seperti menghambat proses sintesis protein atau hanya menghambat proses respirasi. Contoh bahan aktif sifat monosite yaitu metalaksil, oksadisil dan benalaksil. Fungisida berdasarkan bahannya yaitu kimia/sintetis dan alami/organik. Fungisida sintetik menggunakan bahan dari kimia. Memiliki banyak kelabihan namun efek negatif bagi lingkungan, manusia dan hewan. Bila digunakan jangka waktu lama, efek negatif juga bisa lama atau pendek. Beberapa tanaman juga bisa dimanfaatkan sebagai fungisida alami melawan penyakit atau hama vektor pembawa virus. Fungisida alami aman digunakan karena tidak mengandung bahan kimia. Kegunaan Fungisida Untuk PertanianKegunaan fungisida secara spesifik adalah membunuh atau menghambat cendawan penyebab penyakit. Fungisida bentuk cair paling banyak digunakan. Juga ada bentuk gas, butiran dan serbuk. Fungisida bersifat selektif membunuh jamur tertentu namun tidak menyakiti jenis jamur lain. Fungisida mengandung zat kimia yang berfungsi untuk mengendalikan cendawan atau fungi. Fungisida termasuk kategori pestisida yang spesifikasinya membunuh, menghambat dan mencegah jamur. Kegunaan fungisida untuk mengatasi cendawan patogen penyebab penyakit tanaman. Dikenal juga mengendalikan organisme pengganggu tanaman adalah insektisida yang mengandung senyawa kimia. Insektisida berfungsi mematikan semua jenis serangga. Fungisida sistemik bersifat protektif san kuratif berbentuk butiran. Fungisida ini dapat didispersikan dalam air. Fungisida protektif berfungsi melindungi apabila disemprotkan ke tanaman. Gerak unsur kimia di dalamnya akan diserap lalu didistribusikan ke seluruh bagian taman melalui jaringan tanaman. Fungisida sistemik cair paling banyak dipakai Petani untuk mengendalikan serangan jamur di lahan. Karena bentuknya cair mudah larut air dan bisa langsung diaplikasikan ke tanaman. Bentuk cair bisa langsung disemprotkan dengan alat semprot dan diserap tanaman. Sebaiknya penyemprotan fungisida sistemik cair saat cuaca cerah karena bila cuaca mendung dan turun hujan, fungisida akan tercuci air hujan. Dan tanaman belum sempat menyerapnya sehingga pekerjaan menjadi sia-sia. Fungisida ada yang bersifat fungisida selektif contohnya adalah fungisida mengandung sulfur, tembaga, quinon dan heterosiklik. Sifat fungisida selektif yaitu dapat membunuh jamur tertentu saja dan tidak membunuh jamur lainnya. Ada selektif maka ada fungisida non-selektif yaitu fungisida hidrokarbon aromatik, anti-oomycota, oxathin, organofosfat. Dan fungisida menghambat sintesis sterol atau jenis fungisida sistemik lainnya. Fungisida Sistemik Terbaik Toko Pertanian LMGA AGROPestisida dan ZPT LMGA AGRO1. INFINITO 687,5 SCFungisida sistemik terbaik ini bersifat protektif dan terbaru dari PT Bayer Indonesia. Mengandung bahan aktif fluopikolid 62,5 g/liter dan propamokarb hidroklorida 625 g/liter. INFINITO fungisida sistemik terbaik berbentuk pekatan suspensi berwarna putih keabu-abuan. Mampu mngendalikan hawar daun kentang dan tomat. Juga penyakit embun bulu dan atraknosa mentimun dan diterapkan pada tanaman lain seperti cabe, bawang merah, kubis, jagung, durian hingga tembakau. 2. AMISTRA TOP 325 SC Fungisida yang juga bisa berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh ZPT . Fungisida sistemik terbaik produk PT SYNGENTA Indonesia. Bahan aktif azoksistrobin 200 g/liter dan difenokonazol 125 g/liter. AMISTRA TOP berbentuk pekatan suspensi berwarna kuning muda. Berfungsi sebagai mengendalikan penyakit dan meningkatkan kulaitas tanaman serta panennya. Cocok untuk bawang merah, cabai, jeruk, jarak, kako, kedelai, kentang, kubis dan lain-lain. 3. BION M 1/48 WP Fungisida sistemik terbaik merupakan campuran dari zat pengaktif tanaman yang bersifat sistemik sekaligus juga kontak. Produk PT SYNGENTA dan bahan aktifnya asibensolar-S-metil 1% dan mankozeb 48%. BION M berbentuk tepung berwarna coklat kekuningan dan dapat disuspensikan. Mampu mengendalikan penyakit oleh cendawan dan bakteri. Juga mampu meningkatkan ketahanan tanaman. Cocok diaplikasikan ke tanaman cabai, kentang, kubis, tomat dan lain-lain. 4. RIDOMIL GOLD MZ4/64 WGFungisida sistemik terbaik produk PT SYNGENTA bersifat ganda kontak dan sistemik. Bahan aktif mefenoksam 4% dan mankozeb 64%. Cara kerja RIDOMIL GOLD adalah mencegah dan menghentikan perkembangan penyakit. Berbentuk butiran dan mudah didispersikan. Warna kuning kecoklatan dan berfungsi mengendalikan penyakit blendok jeruk, busuk daun kentang dan tomat, busuk buah kako dan embun bulu melon. 5. EQUATION PRO 52 WGFungisida sistemik terbaik sekaligus kontak produk Du Pont. Kandungan bahan aktif simoksanil 29% dan famoksadon 22,5%. EQUATION PRO bentuk butiran halus berwarna coklat dan dapat didispersikan dalam air. Kedua bahan aktif bekerja sama, famoksadon sebagai pelindung dan simoksanil bertugas menghentikan pertumbuhan dan penyebaran jamur pada daun dan batang. mampu mengendalikan busuk daun dan layu pada kentang, tomat dan bawang merah. 6. BESROMIL 35 WP Fungisida sistemik terbaik berbahan aktif metalaksil 35%. Bentuknya tepung dan dapat disuspensikan. Memiliki kelebihan yaitu daya kinerja yang luas, efek bahan aktifnya efektif dan cepat dalam kinerjanya. BESROMIL juga mudah mengendalikan busuk daun, batang, buah tanaman tomat dan kentang, bercak daun dan antraknosa pada cabai melon dan semangka. Juga bercak dan busuk daun bawang. Busuk dan hawar pelepah padi. 7. ACROBAT 50 WP Fungisida sistemik terbaik produk PT BASF Indonesia. Bahan aktifnya dimetomorf 50%. Bentuk tepung berwarna putih dan dapat disuspensikan. Mampu mengendalikan penyakit bercak daun cabai, bulai jagung, busuk daun kentang dan penyakit lanas pada jagung. 8. COPCIDE 77 WP Fungisida sistemik terbaik yang bersifat protektif cap Kapal Terbang produk PT TANINDO INTERTRACO. Bahan aktifnya tembaga hidroksida 77%. Berbentuk tepung berwarna biru dan dapat disuspensikan. Mampu mengendalikan penyakit antraknosa dan bercak daun cabai, tomat dan tanaman lain. Juga embun tepung jeruk, hawar daun padi dan lain-lain. 9. NATIVO 75 WG Fungisida sistemik terbaik produk PT BAYER Indonesia dengan bahan aktif trifloksistrobin 25% dan tebukonazol 50%. Termasuk jenis fungisida protektif, preventif, kuratif dan eradikatif. Berperan ganda karena juga sebagai zat pengatur tumbuh ZPT tanaman. NATIVO fungisida berbentuk butiran berwarna putih dan dapat didispersikan dalam air. Mampu mengendalikan penyakit busuk batang, embun bulu, antraknosa, bercak daun dan lain-lain tanaman melon, semangka, cabai, tomat, mentimun dan bawang merah. 10. OCTAVE 50 WPFungisida sistenik terbaik produk PT BINA GUNA KIMIA dan bahan aktif adalah proloraz mangan klorida kompleks 50%. Merupakan jenis fungisida sistemik terbaik bersifat kuratif. Bentuk tepung berwarna krem dan dapat disuspensikan dengan air. Cocok untuk mengendalikan layu fusarium bawang. 11. PREVICUR-N 722 SL Fungisida sistemik terbaik produk PT BAYER Indonesia dengan bahan aktif yaitu propamokarb hidroklorida 772 g/liter. Jenis fungisida sistemik terbaik bersifat kuratif dan protektif berbentuk cairan dan dapat disuspensikan dalam air. Mampu mengendalikan penyakit embun bulu bawang, busuk daun, batang dan buah cabe, tomat, kubis dan tanaman lainnya. 12. SAROMYL 35 SDFungisida sistemik terbaik cap Kapal Terbang produk PT TANINDO SUBUR PRIMA. Bahan aktifnya metalaksil 35%, berbentuk tepung berwarna ungu dan dapat disuspensikan dalam air. Mampu mengendalikan penyakit bulaijagung dan lanas pada tembakau. 13. SCORE 250 ECFungisida sistemik terbaik produk PT SYNGENTA Indonesia. Bahan aktifnya difenokonazole 250 g/liter. Berperan sebagai ZPT tanaman, bentuknya pekatan dan dapat diemulsikan. Warna coklat muda hingga tua. Mampu mengendalikan bercak daun cabe, bercak ungu bawang, hawar jagung dan penyakit lain dari kentang, mangga, apel dan masih banyak TRIVIA 73 WPFungisida sistemik terbaik produk PT BAYER Indonesia dengan bahan aktif propineb 66,7% dan fluopikolid 6%. Fungisida bersifat protektif berbentuk tepung dan dapat disuspensikan serta berwarna abu-abu kecoklatan. Mampu mengendalikan bercak dan busuk tanaman dan penyakit lain tanaman anggrek, apel, bawang, cabai, durian dan lain-lain. 15. FOLICUR 25 WPFungisida sistemik terbaik produk PT BAYER Indonesia mengandung bahan aktif tebukonazole 25%. Termasuk fungisida berfungsi ganda sebagai racun kontak juga dan bersifat fungistoksik. Mampu mengendalikan penyait bercak daun, busuk batang, daun hingga buah dan hawar pelepah. 16. ENVOY 80 WP Fungisida sistemik terbaik produk NUFARM berbentuk tepung dan dapat disuspensikan. Bahan aktif mankozeb 62% dan trisiklazol 18%. Mampu mengendalikan penyakit blast dan potong leher tanaman padi. Aplikasi penyemprotan 7 hari sekali begitu diketahui penyakitnya. 17. INSURE MAX 510 FSFungisida sistemik terbaik produk PT BASF Indonesia bersifat protektif dan kuratif. Mengandung bahan aktif dimetomorf 500 g/liter dan piraklostrobin 10 g/liter. Bentuk pekatan suspensi berwarna merah muda. Mampu mengendalikan penyakit bulai dan serangan cedawan Phytopthora tanaman. Demikian artikel kami tentang Fungisida Sistemik Terbaik Bayer, Syngenta dan BASF Harga Terbaru di Toko Pertanian Online LMGA AGRO. Hubungi nomer kontak Kami di 082141747141 telp dan 08125222117 SMS/WA . Kami menyediakan kebutuhan bercocok tanam lengakap seperti benih hibrida dan unggul tanaman sayuran dan buah. Tersedia pula pupuk, pestisida, ZPT dan alat pertanian lengkap. Kami menerima konsultasi pertanian gratis. Kami mengajak pula kerja sama sebagai dropship dan reseller produk pertanian LMGA artikel Kami bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang fungisida sistemik terbaik sebagai rekomendasi mengendalikan serangan cendawan tanaman budidaya Anda. Salm sukses...
Tanaman cabai merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak disukai dan dibudidaya oleh petani Indonesia. Proses budidaya dan perawatan tanaman cabai bisa dibilang gampang-gampang susah. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan budidaya cabai salah satunya yaitu pengetahuan petani tentang pestisida khususnya jenis-jenis pestisida, bahan aktif yang dikandungnya, serta fungsi dari pestisida itu sendiri. Pestisida atau yang dikenal dengan pembasmi hama merupakan bahan yang digunakan untuk mencegah, mengendalikan, atau membasmi organisme pengganggu yang merugikan. Sasaran dari pestisida meliputi tikus, gulma, serangga, mamalia, cacing, atau mikroba pengganggu yag dianggap merugikan. Nah, mengapa petani perlu mengetahui tentang pestisida? Dalam proses budidaya cabai, tanaman tidak lepas dari berbagai jenis hama dan penyakit yang dapat merusak tumbuhan bahkan bisa menyebabkan hasil panen tidak maksimal. Selain itu penggunaan pestisida tanaman cabai harus digunakan secara bijaksana dengan memperhatikan lima kaidah yaitu tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis atau konsentrasi, dan tepat cara penggunaannya. Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan residu pestisida yang tinggi pada buah cabai, agar biaya produksi tidak meningkat, meminimalisir adanya dampak buruk terhadap kesehatan pekerja, serta agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan maka petani wajib memiliki pengetahuan tentang pestisida. Jenis-jenis pestisida berdasarkan fungsi atau sasaran penggunaannya pada tanaman cabai Fungisida Salah satu jenis pestisida yang berfungsi untuk mengendalikan penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh jamur atau fungi, dan ada juga yang menyebutnya cendawan. Berikut ini contoh fungisida yang biasa digunakan untuk tanaman cabai Kanmulus 80 WG Bahan aktif Sulfur 80 % Merupakan fungisida kontak berwarna coklat dan berbentuk butiran. Digunakan untuk mengendalikan penyakit busuk buah Colletotrichum capsici. Alterna 90 WP Bahan aktif Ziram Fungisida kontak dengan bentuk tepung dan berwarna putih kekuningan. Digunakan untuk mengendalikan penyakit busuk daun pada cabai Phytophthora Sp. Cymoxil 50 WP Bahan aktif Simoksanil 50 % Fungisida kuratif dan protektif yang bekerja secara sistemik. Berfungsi untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai. Conasol 50 SC Bahan aktif Heksaconazol 50 g/l Jenis fungisida kontak dan sistemik yang berbentuk cairan pekat dan berwarna putih. Digunakan untuk mengendalikan peyakit antraknosa. Insektisida Salah satu jenis pestisida yang berfungsi untuk membasmi atau membunuh serangga pada tanaman cabai. Beberapa serangga yang menjadi hama pengganggu pada tanaman cabai yaitu lalat buah, belalang, wereng, kepik, gangsir, ulat tanah, kutu, penggerek daun, dan masih banyak lagi jenisnya. Serangga ini merusak tanaman cabai dengan cara memakan bagian daun, buah, pangkal batang, serta bagian pucuk atau ujung tanaman. Adanya serangan hama akan mengakibatkan hasil panen kurang baik, cabai akan tumbuh kerdil, daun keriting, berbuah tidak bisa maksimal, serta pertumbuhannya terhambat. Untuk mengendalikan serangan hama Anda dapat melakukan penyemprotan menggunakan insektisida yang memiliki bahan aktif seprti Abamektin, Karbosulfan, Fipronil, Imidakloprid. Herbisida Salah satu jenis pestisida yang digunakan untuk memberantas tau menekan pertumbuhan gulma atau tanaman pengganggu pada budidaya cabai yang dapat mengakibatkan penurunan hasil panen. Tumbuhan pengganggu tersebut meliputi rerumputan serta alang – alang. Gulma tersebut dapat dimusnahkan menggunakan herbisida dengan bahan aktif Ammonium sulfonat dan Pentaklorofenol. Nematisida Berfungsi untuk memberantas atau mengendalikan hama yang berada dalam tanah seperti nematoda atau yang sering dikenal cacing. Cacing ini merusak bagian akar tanaman sehingga perlu adanya pengendalian agar tanaman cabai bisa tumbuh dengan baik. Obat – obat nematisida umumnya berbentuk DD, Vapam, Dazomet. Bakterisida Bahan atau substansi yang digunakan untuk pengendalian penyakit tanaman yang diakibatkan oleh bakteri. Bakteri ini dapat mengakibatkan tanaman cabai menjadi layu, busuk serta adanya bintik – bintik pada daun. Contoh bakterisida yaitu Agrept, Bactomicyn, Agrimicyn. Itulah tadi informasi mengenai jenis pestisida tanaman cabai yang wajib Anda ketahui jika Anda akan memulai budidaya tanaman cabai. Jangan lupa kunjungi artikel kami tentang Panduan Lengkap Hidroponik Cabe Lahan Terbatas. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
fungisida sistemik dan kontak untuk cabai